Lebih dari 1.000 petembak dari 82 negara dipastikan bakal ambil bagian dalam Kejuaraan Dunia Tembak Reaksi Worldshoot) XV yang akan berlangsung di Pulau Serangan, Sanur, Bali pada 19 Oktober-2 November mendatang.
Seperti diungkapkan direktur pertandingan Joko Setiono Soeroso di Jakarta, Kamis (6/3), kejuaraan yang akan mempertandingkan lima divisi (Open, Modified, Standard, Revolver Standard dan Production) ini tantangan bagi Indonesia, khususnya untuk tembak reaksi. Karena untuk menjadi tuan rumah event tiga tahunan itu membutuhkan proses bertahun-tahun.
Dalam olahraga menembak, kejuaraan dunia ini merupakan level tertinggi. Karena itu, manfaatnya sangat besar bagi kita dengan menjadi tuan rumah. Apalagi kalau dikaitkan dengan program Visit Indonesia Year 2008, kata Joko.
Sementara itu, Ketua Federasi Tembak Reaksi Indonesia Bambang Trihatmodjo mengatakan bahwa pihaknya menargetkan bisa masuk peringkat ke-20 dunia dari sebelumnya peringkat ke-50.
Untuk itu mereka akan melakukan beberapa seleksi sebelum memutuskan siapa petembak yang akan dikirim, agar petembak yang terpilih nanti benar-benar yang terbaik.
Semua negara hanya mendapat jatah empat petembak, kita tentu sebagai tuan rumah berharap bisa dapat lebih. Tetapi yang jelas kita akan melakukan empat kali seleksi, kata Bambang.
Untuk nomor yang mereka unggulkan nanti, lanjut putra mantan penguasa Orde Baru Soeharto tersebut, mereka berharap bisa mendapat medali di nomor tim pada Divisi Production.
http://www.mediaindonesia.com
|