BBM di hampir seluruh wilayah di Pulau Dewata, sejak beberapa hari terakhir mulai seret. Seretnya BBM masih terjadi ditandai antrean panjang di SPBU sekitar Denpasar maupun Badung.
Bahkan beberapa SPBU sekitar Gatot Subroto, Hayam Wuruk di Denpasar, By Pass Ngurah Rai Denpasar hingga Kuta maupun Nusa Dua di Kabupaten Badung, memasang tulisan habis di gerbang SPBU-nya.
Setiap ada mobil tangki Pertamina memasok ke SPBU - terbatas-, langsung terjadi antrean kendaraan bermotor di sekitar SPBU tersebut.
Antrean yang terjadi pun cukup panjang, berakibat terganggunya arus lalulintas.
Beberapa karyawan SPBU menyatakan bahwa dalam tiga hari terakhir ini, setiap SPBU hanya dijatah satu mobil tangki BBM dari Pertamina setiap harinya.
Padahal, kebutuhan setiap SPBU rata-rata di atas lima mobil tangki setiap harinya. Akibat seretnya pasokan ini, setiap SPBU dipasok BBM dari Pertamina, dalam sekejap sudah habis diserbu pengguna kendaraan bermotor.
Kata orang Pertamina SPBU memang setiap hari hanya memesan (delivery order-DO) satu tangki. Padahal kita pasti memesan lebih dari satu tangki, kok aneh ya, ujar seorang karyawan SPBU di by pass Sanur, yang pagi itu (Minggu) duduk santai, akibat persediaan BBM, utamanya solar dan premium di SPBU-nya.
Praktisi dan pelaku pariwisata Bagus Sudibya, yang juga ketua Asita (asosiasi biro perjalanan wisata) Bali, berharap agar pasokan BBM di Pulau Dewata kembali normal secepatnya.
Pasalnya, sebagai destinasi internasional, kondisi seperti ini --seretnya BBM-- sangat mempengaruhi citra pariwisata. Pelayanan terhadap wisman menjadi terganggu.
Kalau lama-lama --lebih dari sepekan-- BBM seret terus, jelas ada dampaknya terhadap usaha transportasi wisata maupun persewaan kendaraan, ucapnya.
Menurut Sudibya yang karib disapa Udi, apa lagi bila pasokan listrik juga terganggu, dimana pengusaha wisata seperti hotel dan restoran otomatis harus mengoperasikan gensetnya, latas solar langka.
Kondisi ini menjadi sesuatu yang krusial sekali. Kami berharap Pertamina memperhatikan dampak negatif bila BBM di Bali seret berkepanjangan, kata Udi
|