Saat harus menolak permintaan pacar, ketika potongan rambut si dia membuat tampak seperti habis dicukur dengan gunting rumput, atau waktu harus mengakui kenyataan adanya ' someone else' di hati kita.......uh, kayakna susah banget cara ngomongnya!
Balikami.com punya trik-trik berikut ini .
''Daripada Makan Hati''
Menyimpan segala unek-unek yang seharusnya didiskusikan dengan pacar cuman bakal membuat dada sesak dan menggerogoti hati kita sedikit demi sedikit! Berdiam diri ketika pacar melakukan hal-hal yang berlawanan dengan prinsip kita, lama-lama juga bisa bikin il-feel! Begitu pula ketika persahabatan kita dengan seorang teman cowok lain mulai menjurus pada TTM, yang bikin potensi besar untuk bikin kita selingkuh.
Nah, seringkali kita menunda pembicaraan semua itu karena takut, takut pacar marah, sedih bukan kepalang, atau bahkan membenci kita ! Padahal sih, justru karena kita sudah punya hubungan khusus dengan pacar, kita sesungguhnya wajib berusaha menceritakan kebenaran, dan berusaha mencari solusinya yang terbaik. Tapi untuk bercerita ini pun tentu ada seninya!
''Ada Aturannya''. !
Untuk bisa ngomongin hal-hal 'sensitif' seperti ini sama pacar memang nggak gampang, tapi bukan berarti nggak mungkin! Untuk membicarakan topik-topik rawan sepeti itu, coba kita pelajari dulu aturan dasarnya.
1. Niat baik
Dari awal , yakinkan dulu diri sendiri bahwa kita ngomongi hal-hal yang sebenarnya kurang enak didengar ini dengan baik, bukan untuk menyinggung atau bahkan menyakiti pacar. Niat ini bisa dibantu dengan pemilihan kata-kata yang tepat dan nggak sekenanya agar pacar nggak emosi mendengarnya.
2. Empat Mata
Yup, kurang bijaksana kayaknya mengkritik gaya berpakaian pacar yang nyeleneh saat kita tengah ngumpul bareng teman-teman satu gengnya. Selain bakal bikin mereka ketawa ngakak, pacar pun pasti tersinggung, bukan karena isi kritikannya, tapi karena malu sama teman-temannya !
3. Lihat Sikon
memang sih, hampir nggak ada waktu sempurna untuk ngobrolin hal-hal seperti ini. Tapi coba deh, hindari pemilihan waktu yang kurang tepat, seperti ketika dia dan tim basketnya baru saja kalah pertandingan, atau ketika ia tengah konsentrasi menyetir kendaraan di jalan raya. Bukannya mendapat solusi, bisa-bisa malah bikin masalah baru.
'' Lho , Kok Nggak Terima ''. ?
Setelah susah payah mengemas isi hati dan menyampaikannya baik-baik belum tentu pacar bisa menerimanya dengan baik , lho. Mangkanya, kejadian ini perlu diantisipasi dari awal biar kita nggak ikutan shock.
Misalnya nih, setelah mengomentari cara makan pacar yang nggak berantakan dan penuh 'sound effect' bukan nggak mungkin dia jadi minder. Jangan asal putus! Pelan-pelan, ajak dia untuk belajar table manner sederhana bersama yang tentunya bakal banyak bermanfaat di kemudian hari.
|